Jumat, 07 Maret 2008

Abel Pacheco Masa kecil
Pacheco adalah anak keenam dari seorang petani pisang. Sebagian masa kecilnya dilewatinya di provinsi Limón di pantai Karibia, namun ia kembali ke ibu kota untuk menyelesaikan pendidikan menengahnya. Ia belajar di Escuela Buenaventura Corrales Bermúdez dan melanjutkan studinya di sebuah perguruan tinggi los Ángeles, hingga mendapatkan gelar sarjananya yang pertama. Dengan bantuan bea siswa, ia meneruskan ke fakultas kedokteran di Universitas Otonom Nasional Meksiko di Kota Meksiko dan psikiatri di Universitas Negara Louisiana di Amerika Serikat.
Pada Januari 1955 ia ikut serta dalam penyerangan dari Nikaragua dengan bantuan diktator Anastasio Somoza, yang dipimpin oleh bekas presiden Rafael Ángel Calderón Guardia, dengan maksud utama menggulingkan presiden yang berkuasa saat itu, José Figueres Ferrer, namun akhirnya penyerangan itu berakhir dengan kegagalan.

Terjun ke politik
Pada tahun 1994 ia terjun ke dunia politik ketika ia memperebutkan kedudukan wakil presiden untuk mendampingi Miguel Ángel Rodríguez Echeverría, namun ia disisihkan oleh José Maria Figueres Olsen.
Pada 1 Februari 1998 ia terpilih sebagai wakil rakyat di Dewan Legislatif Kosta Rika mewakili provinsi San José untuk PUSC. Berkat penolakan rakyat terhadap politik neo-liberal yang dicoba diadopsi pemerintahan Rodriguez (1998-2002), dan karena ia sudah dikenal luas melalui program-program televisinya, Pacheco muncul sebagai kandidat yang mendapatkan banyak dukungan masyarakat.
Dengan demikian, Pacheco, yang dijuluki "politikus rakyat" menampilkan profil yang tidak sama dengan profil politikus yang tradisional. Ia mengadakan kampanye yang lebih pribadi sifatnya, dan menampilkan wajah orang Kosta Rika yang khas, rendah hati, dan santai, sehingga tema kampanyenya adalah "Pilihlah untuk diri Anda sendiri."
Dalam persiapan menuju pemilihan presiden pada 2002, konvensi partai PUSC memilihnya sebagai calon mereka dengan 76% suara anggota delegasi pada 10 Juni 2001. Pencalonannya dipandang sebagai kemenangan para anggota kecil atas hierarkhi partai.
Dalam putaran pertama pemilu Pachecho mendapatkan 38.6% suara. Jumlah ini kurang sedikit dari total 40% yang dibutuhkan untuk menghindari putaran kedua. Pada 7 April 2002, dalam putaran kedua – kali pertama mekanisme ini digunakan sejak aturan-aturannya ditetapkan – Pacheco mendapatkan 58% suara, mengalahkan Rolando Araya Monge dari PLN yang liberal dengan perbedaan suara tipis.

Kamis, 06 Maret 2008

Agimuga, Mimika
Agimuga adalah sebuah distrik di Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia.


Kabupaten Mimika, Papua
Distrik: Agimuga | Jila | Jita | Kuala Kencana | Mimika Barat | Mimika Barat Jauh | Mimika Barat Tengah | Mimika Baru | Mimika Timur | Mimika Timur Jauh | Mimika Timur Tengah | Tembaga Pura

Rabu, 05 Maret 2008

Walther Rathenau
Walther Rathenau (29 September 1867-24 Juni 1922) merupakan politikus berkebangsaan Jerman.

Selasa, 04 Maret 2008

Daerah ZlinDaerah Zlin
Daerah Zlín (bahasa Ceko: Zlínský kraj) adalah sebuah daerah administratif (bahasa Ceko: kraj) Republik Ceko, yang terletak di timur negara ini dengan ibukota: Zlín.


Senin, 03 Maret 2008


Situs web resmi:
Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi Indonesia yang terdiri dari Pulau Bangka dan Belitung serta beberapa pulau kecil yang terletak di bagian timur Sumatra, dekat dengan Provinsi Sumatra Selatan. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkal Pinang. Provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari 2002.
Selat Bangka memisahkan Sumatra dan Bangka, sedangkan Selat Gampar memisahkan Bangka dan Belitung. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Tiongkok Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Belitung oleh Selat Karimata.
Kepulauan Bangka Belitung merupakan bekas Provinsi Sumatra Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tanggal 4 Desember 2000. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung berasal dari sebagian wilayah Provinsi Sumatra Selatan.

Daratan: 16.423,74 km
Panjang pantai: 1200 km Batas
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai batas wilayah :

Sebelah utara dengan Laut Natuna
Sebelah timur dengan Selat Karimata
Sebelah selatan dengan Laut Jawa
Sebelah barat dengan Selat Bangka Kepulauan Bangka Belitung Posisi Geografis
Posisi geografis propinsi ini adalah 1º50' - 3º10' LS dan 105º - 108º BT

Rumah Adat
Secara umum arsitektur di Kepulauan Bangka Belitung berciri Arsitektur Melayu seperti yang ditemukan di daerah-daerah sepanjang pesisir Sumatera dan Malaka. Di daerah ini dikenal ada tiga tipe yaitu Arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubung Limas. Rumah Melayu Awal berupa rumah panggung kayu dengan material seperti kayu, bambu, rotan, akar pohon, daun-daun atau alang-alang yang tumbuh dan mudah diperoleh di sekitar pemukiman. Bangunan Melayu Awal ini beratap tinggi di mana sebagian atapnya miring, memiliki beranda di muka, serta bukaan banyak yang berfungsi sebagai fentilasi. Rumah Melayu awal terdiri atas rumah ibu dan rumah dapur, yang berdiri di atas tiang rumah yang ditanam dalam tanah. Berkaitan dengan tiang, masyarakat Bangka Belitung mengenal falsafah 9 tiang , di mana bangunan didirikan di atas 9 buah tiang, dengan tiang utama berada di tengah dan didirikan pertama kali. Sedangkan atap ditutup dengan daun rumbia, untuk dinding biasanya dibuat dari pelepah/kulit kayu atau buluh (bambu). Rumah Melayu Bubung Panjang biasanya karena ada penambahan bangunan di sisi bangunan yang ada sebelumnya, sedangkan Bubung Limas karena pengaruh dari Palembang, dimana sebagian dari atap sisi bangunan terpancung. Selain pengaruh arsitektur Melayu ditemukan pula pengaruh arsitektur Non-Melayu seperti terlihat dari bentuk Rumah Panjang yang pada umumnya didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Pengaruh Non-Melayu lain datang dari arsitektur kolonial, terutama tampak pada tangga batu dengan bentuk lengkung.

Rumah Panggung
Rumah Limas
Rumah Rakit Kain Tradisional

Kain Cual Alat Musik dan Tarian Tradisional

Dambus
Suling
Gendang Melayu
Tari Tanggai
Tari Zepin
Tari Campak Masakan/Makanan Tradisional

Lempah kuning adalah masakan khas dari Pulau Bangka. Bahan dasar makanan ini adalah ikan laut dan diberi bermacam bumbu dapur seperti kunyit, bawang merah dan putih serta lebngkuas dan terasi atau belacan yang khas dari daerah Bangka.
Getas
Rusip adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan bilis yang dicuci bersih dan diriskan secara steril, kemudian dicampur dengan garam yang komposisinya seimbang. Di samping itu ditambahkan juga air gula kabung agar aroma lebih terasa, kemudian disimpan sampai menjadi matang tanpa proses pemanasan. Adonan ini harus ditutup dengan wadah yang rapat agar tidak tercampur dengan benda asing apapun. Dahulu biasanya proses adonan ini ditempatkan dalam guci yang bermulut sempit. Suhu ruangan harus dijaga. Makanan ini dapat dimasak dulu atau dimakan langsung dengan lalapan.
Calok
Teritip
Belacan
Tembiluk
Lempah darat
Otak-otak
Sambalingkung
Martabak bangka
Lempok, makanan sejenis dodol yang terbuat dari campuran gula pasir dan buah-buahan tertentu (umumnya cempedak, nangka dan durian). Buah yang digunakan dilembutkan sampai memyerupai bubur, kemudian dicampur dengan gula pasir dengan perbandingan tertentu dan dipanaskan di atas api sampai kecoklatan dan mudah dibentuk. selama pemanasan, campuran harus selalu diaduk. Sejarah kepahlawanan Bangka

Depati Bahrin
Depati Amir
Batin Tikal

Rabu, 27 Februari 2008

Paus Clemens X
Clemens X, nama lahir Emilio Bonaventura Altieri (Roma, 13 Juli 159022 Juli 1676 di Roma), adalah Paus dari 29 April 1670 sampai 22 Juli 1676.
PetrusLinusAnakletusKlemens IEvaristusAleksander ISiktus ITelesphorusHyginusPius IAnisetusSoterEleutheriusViktor IZephyrinusKallistus IUrbanus IPontianusAnterusFabianusKorneliusLucius IStefanus ISiktus IIDionisiusFeliks IEutychianusGaiusMarsellinusMarsellus IEusebiusMeltiadesSilvester IMarkusJulius ILiberiusDamasus ISirikusAnastasius IInnosensius IZosimusBonifasius ISelestinus ISiktus IIILeo IHilariusSimplisiusFeliks IIIGelasius IAnastasius IISymnakusHormidasYohanes IFeliks IVBonifasius IIYohanes IIAgapitus ISilveriusVigiliusPelagius IYohanes IIIBenediktus IPelagius IIGregorius ISabianusBonifasius IIIBonifasius IVAdeodatus IBonifasius VHonorius ISeverinusYohanes IVTheodorus IMartinus IEugenius IVitalianusAdeodatus IIDonusAgathusLeo IIBenediktus IIYohanes VCononSergius IYohanes VIYohanes VIISisinniusKonstantinusGregorius IIGregorius IIIZakariasStefanus IIPaulus IStefanus IIIAdrianus ILeo IIIStefanus IVPaskalis IEugenius IIValentinusGregorius IVSergius IILeo IVBenediktus IIINikolas IAdrianus IIYohanes VIIIMarinus IAdrianus IIIStefanus VFormosusBonifasius VIStefanus VIRomanusTheodorus IIYohanes IXBenediktus IVLeo VSergius IIIAnastasius IIILandoYohanes XLeo VIStefanus VIIYohanes XILeo VIIStefanus VIIIMarinus IIAgapitus IIYohanes XIILeo VIIIBenediktus VYohanes XIIIBenediktus VIBenediktus VIIYohanes XIVYohanes XVGregorius VSilvester IIYohanes XVIIYohanes XVIIISergius IVBenediktus VIIIYohanes XIXBenediktus IXSilvester IIIBenediktus IXGregorius VIKlemens IIBenediktus IXDamasus IILeo IXViktor IIStefanus IXNikolas IIAleksander IIGregorius VIIViktor IIIUrbanus IIPaskalis IIGelasius IIKallistus IIHonorius IIInnosensius IISelestinus IILucius IIEugenius IIIAnastasius IVAdrianus IVAleksander IIILucius IIIUrbanus IIIGregorius VIIIKlemens IIISelestinus IIIInnosensius IIIHonorius IIIGregorius IXSelestinus IVInnosensius IVAleksander IVUrbanus IVKlemens IVGregorius XInnosensius VAdrianus VYohanes XXINikolas IIIMartinus IVHonorius IVNikolas IVSelestinus VBonifasius VIIIBenediktus XIKlemens VYohanes XXIIBenediktus XIIKlemens VIInnosensius VIUrbanus VGregorius XIUrbanus VIBonifasius IXInnosensius VIIGregorius XIIMartinus VEugenius IVNikolas VKallistus IIIPius IIPaulus IISiktus IVInnosensius VIIIAleksander VIPius IIIJulius IILeo XAdrianus VIKlemens VIIPaulus IIIJulius IIIMarsellus IIPaulus IVPius IVPius VGregorius XIIISiktus VUrbanus VIIGregorius XIVInnosensius IXKlemens VIIILeo XIPaulus VGregorius XVUrbanus VIIIInnosensius XAleksander VIIKlemens IXKlemens XInnosensius XIAleksander VIIIInnosensius XIIKlemens XIInnosensius XIIIBenediktus XIIIKlemens XIIBenediktus XIVKlemens XIIIKlemens XIVPius VIPius VIILeo XIIPius VIIIGregorius XVIPius IXLeo XIIIPius XBenediktus XVPius XIPius XIIYohanes XXIIIPaulus VIYohanes Paulus IYohanes Paulus IIBenediktus XVI

Selasa, 26 Februari 2008

Muslim Bosnia
Suku Bosnia atau Bosniak (panggilan dalam bahasa asli: Bošnjaci) adalah orang-orang Slavia Selatan yang merupakan keturunan dari sebagian penduduk yang beralih ke agama Islam pada masa Kerajaan Ottoman (abad ke-15 hingga abad ke-19).
Suku Bosnia dinamakan menurut Bosnia, sebuah negara di sebelah barat Balkan. Perlu diperhatikan bahwa orang-orang yang sebelumnya dipanggil Muslim Bosnia adalah orang-orang dari suku Bosnia, namun tidak semua Muslim di wilayah Balkan adalah dari suku ini; ada pula kelompok Muslim Slavia Selatan seperti suku Pomak serta Muslim non-Slavia seperti suku Albania, suku Turki, dan suku Roma.
Mereka sebelumnya disebut suku Muslim sejak tahun 1968 untuk menghilangkan kerancuan. Sebab nama "Muslim" ini merujuk kepada orang dari Bosnia-Herzegovina yang non-Kroasia maupun Serbia, suku bangsa dominan lainnya. Karena orang non Krosia-Serbia ini kebanyakan (tetapi tidak semuanya) beragama Islam, maka nama mereka oleh Josip Broz Tito disebut "Muslim".
Orang-orang dari suku Bosnia menganggap Bosnia-Herzegovina sebagai tanah leluhur mereka. Mereka terutamanya dikaitkan dengan wilayah-wilayah bersejarah Krajina Bosnia, Bosnia, Herzegovina, Podrinje dan Sandzak.
Namun penggunaan nama suku Bosnia ini juga tidak lepas dari kontroversi. Banyak orang-orang Kroasia dan Serbia menyatakan bahwa dengan penggunaan nama ini orang "Muslim" (seolah-olah) mengeklaim seluruh wilayah Bosnia-Herzegovina, padahal penghuni asli Bosnia tidak hanya mereka saja.
Ada sekitar 2,5 juta orang-orang suku Bosnia di seluruh dunia. Kebanyakannya bermukim di Bosnia-Herzegovina (1.800.000). Bahasa yang mereka gunakan bernama bahasa Bosnia.